Senin, 25 Juni 2012

Psikologi Individual


Teori      : Psikologi Individual
Tokoh    : Alfred Adler (1870-1937)
Sumber  : Teori-teori Psikodinamik (klinis), Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey
NO
TOPIK
DESKRIPSI
HALAMAN
1
Latar Belakang Kehidupan
Alfred Adler lahir di Wina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah, dan meninggal di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah.
239

1.      Pendidikan
Ia meraih gelar dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Mula-mula ia mengambil spesialisasi di bidang ophthalmologi. Kemudian setelah menjalani praktek dokter umum, ia menjadi seorang psikiater. Ia menjadi anggota dan kemudian ketua m,asyarakat psikoanalisis di wina.
239-240

2.      Tokoh yang mewarnai ide dan wawasan
Filsafat Hans Vaihinger, William james dan William Stern, Carl Jung, dan Sidmun Freud.
242-244

3.      Profesi
Setalah menjalani dokter umum, ia menjadi seorang psikiater. Ia menjadi anggota dan kemudian ketua Masyarakat Psikoanalisis Wina. Selam perang dunia 1, ia bekarja sebagai dokter pada lascar tentara Austria. Pada tahun 1935, ia menetap di Amerika Serikat dimana ia menruskan prakteknya sebagai psikiater dan menjadi professor dalam psikologi medis di Long Island Collage of Medicine. Ia juga seorang penulis dan penceramah.
239-240
2.
Dasar Teori
Adler mengmbangkan ide-idenya yang menyimpang dari ide-ide Freud dan anggota-anggota lain di masyarakat Wina, dan ketika perbedaan-perbedaan menjadi tajam, ia di minta menyajikan pandangan-pandangannya di hadapan masysarakat Wina, ini terjadi pada tahun 1911, kemudian Adler mengudurkan diri dari jabatan ketua dan beberapa kemudian ia memutuskan hubungan dengan psikoanalisis Freudian, dan membentuk kelompoknya sendiri yang kemudian dikenal sebagai Psikologi Individual.
240
4.       
Konsep tentang Perilaku manusia
Manusia pada dasarnya adalah makhluk social. Mereka menghubungkan dirinya dengan orang-orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerjasama social, menempatkan kesejahtaraan social di atas kepentingan diri sendiri, dan mengembangkan gaya hidup yang mengutamakan orientasi social.
241

1.      Konsep Diri yang Kreatif
Diri mencari pengalaman-pengalaman yang akan membantu pemenuhan gaya hidup sang pribadi yang unik; apabila pengalaman-pengalaman ini tidak ditemukan di dunia maka diri akan berusaha menciptakannya.
241-242

2.      Keunikan Kepribadian
Setiap orang merupakan konfigurasi unik dari motof-motif, sifat-sifat, minat-minat dan nilai-nilai; setiap perbuatan yang dilakukan orang membawa corak khas gaya hidupnya sendiri.
243

3.      Dinamika Tingkah Laku (Inferioritas)
Manusia pertama-tama adalah makhluk social bukan seksual. Manusia dimotivasiakan oleh minat social, bukan oleh dorongan sesual. Inferioritas mereka tidak terbatas pada bidang seksual, melainkan bisa meluas pada segala segi, baik fisik maupun psikologis.
242

4.      Kesadaran Diri
Manusia adalah individu yang sadar akan dirinya sendiri dan mampu merencanakan serta membimbing perbuatan-perbuatannya dan menyadari sepenuhnya arti dari perbuatan-perbuatan itu bagi aktualiasasi dirinya sendiri. 
243
4.
Teori Adler Tentang Kepribadian
Sama seperti teoretikus kepribadian lain yang latar belakang pendidikan utamanya adalah kedokteran dan membuka pratek psikiatri, mulai berteori dalam bidang psikologi abnormal. Ia merumuskan suatu teori tentang neurosis sebelum memperluas jangkauan teorinya pada kepribadian normal pada tahun 1920.  
243

1.      Finalisme Fiktif
Filsafat Hans Vaihinger mengemukakan bahwa manusia hidup dengan banyak cita-cita yang semata-mata bersifat fiktif, yang tidak ada padanannya dalam kenyataan. misalnya”semua manusia diciptakan sama.” Adler menemukan ide bahwa manusia lebih dimotivasikan oleh harapan-harapannya tentang masa depan daripada pengalaman-pengalaman masa lalunya. Bagi adler, tujuan fiktif ini merupakan penyebab subjektif peristiwa-peristiwa psikologis. Adler yakin orang normal dapat membebaskan diri dari pengaruh fiksi-fiksi (suatu cita-cita yang tidak mungkin direalisasikan) dan menghadapi kenyataan jika memang diperlukan, sedangkan orang neurotic tak mampu berbuat demikian.
243-245

2.      Perjuangan Kearah Superioritas
Superioritas adalah perjuangan kearah kesempurnaan. Adler menyatakan bahwa perjuangan ini bersifat bawaan; bahwa ia merupakan dari hidup. Dari lahir sampai mati perjuanhan kearah superioritas itu membawa sang pribadi dari satu tahap perkembangan ke tahap-tahap perkembangan berikutnya yang lebih tinggi, yang merupakan prinsip dinamik prepoten.
245-246

3.      Perasaan Inferioritas dan Kompensasi
Perasaan inferioritas yaitu perasaan-perasaan yang muncul akibat kekurangan psikologis atau social yang dirasakan secara subjektif maupun perasaan-perasaan yang muncul dari kelemahan atau cacat tubuh nyata. Adler mengamati bahwa orang yang mempunyai organ yang cacat seringkali berusa mengkompensasikan kelemahan itu dengan jalan memperkuatnya melalui latihan intensif. Contoh: Demosthenes yang menganggap ketika masih kanak-kanak namun akhirnya menjadi salah seorang orator dunia yang paling mashyur. Perasaan inferioritas bukan suatu pertanda abnormalitas; melainkan justru penyebab segala bentuk kesempurnaan dalam kehidupan manusia. Manusia didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi inferioritasnya dan ditarik oleh hasrat untuk menjadi superior. 
246-247

4.      Minat Masyarakat
Minat social berupa individu yang membantu masyarakat mencapai tujuan terciptanya masyarakat yang sempurna. Minat social merupakan kompensasi sejati dan tidak dapat dielakkan bagi semua kelemahan alamiah manusia individual. Setiap orang berada dalam suatu konteks social sejak hari pertama hidupnya. Kerjasama terwujud dalam hubungan antara ibu dan bayinya, dan sejak itu sang pribadi terus menerus terlibat dalam jalinan hubungan antarpribadi yang membentuk kepribadiannya dan memberikan penyaluran-penyalura konkret bagi perjuangan kearah superioritas.  
248

5.      Gaya Hidup
Gaya hidup adalah prinsip sistem yang mana kepribadian individual berfungsi; keseluruhanlah yang memerintah bagian-bagiannya. Hal ini merupakan prinsip idiografik Adler yang utama. Setiap orang mempunyai gaya hidup tetapi tidakmungkin ada dua orang mengembangkan gaya hidup yang sama. Gaya hidup cendikiawan berbeda dengan olahragawan.
Gaya hidup ini terbentuk sangat dini pada masa kanak-kanak usia 4 atau 5 tahun, dan sejak itu pengalaman-pengalaman diasimilasikan dan digunakan seturut gaya hidup yang unik. Gaya hidup sebagian besar ditentukan oleh inferioritas-inferioritas khusus, entah khayalan atau nyata yang dimiliki orang. Apabila anak memiliki kelemahan fisik, maka gaya hidupnya akan berwujud melakukan hal-hal yang akan menghasilkan fisik yang kuat, missal: nafsu serakah Hitler untuk menaklukan dunia bersumber pada impotensi seksualnya.
249-251

6.      Diri Kreatif
Diri kreatif merupakan jembatan antara stimulus-stimulus yang menerpa seseorang dan respon-respon yang diberikan orang yan bersangkutan terhadap stimulus-stimulus itu. Diri kreatif itu menyatakn bahwa manusia membentuk kepribadiannya sendiri dan membangun kepribadiannya dari bahan mentah hereditas dan pengalaman. Diri kreatif memberikan arti pada kehidupan; ia menciptakan tujuan maupu sarana untuk mencapainya. Konsep ini merupakan puncak prestasi Adler sebagai teoretikus kepribadian.
251-252
5.       
Cirri dan Metode Penelitian
Observasi-observasi empiris Adler sebagian besar dilakukan di lingkungan terapeutik, dan paling banyak berupa rekontruksi-rekontruksi tentang masa lampau dan penilaian-penilaian atas tingkah laku sekarang berdasarkan laporan-laporan verbal.
252

1.      Urutan Kelahiran dan Kepribadian
a.       Anak sulung mendapatkan banyak perhatian sampai anak yang kedua lahir; dan ia harus membagi kasih sayang orang tua dengan bayi yang baru lahir. Hal ini bisa mebuat anak sulung bertingkah laku macam-macam, seperti membenci orang lain, melindungi diri terhadap perubahan nasib yang terjadi secara mendadak, dan merasa tidak aman.
b.      Anak tengah adalah ambisisus. Ia selalu berusaha melebihi kakaknya, cenderung memberontak dan iri hati, tetapi pada umumnya dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik dibanding kakak atau adiknya.
c.       Anak bungsu adalah anak yang dimanjakan. Kemungkinan besar ia menjadi anak yang mengandung masalah dan menjadi orang dewasa neurotic yang tidak mampu menyesuaikan diri.  
253

2.      Ingatan Awal
Ingatan paling awal yang dapat dilaporkan seseorang merupakan kunci penting untuk memahami gaya hidup dasarnya. Misalnya, seorang anak gadismulai bercerita tentang ingatannya yang paling awaldengan berkata,”ketika saya berusia 3 tahun, ayah saya….” Hal ini menunjukkan bahwa ia lebih tertarik kepada ayahnya daripada ibunya.
253-254

3.      Pengalaman Masa Anak-anak
Ada tiga factor yang mempengaruhi anak mudah tergelincir ke dalam gaya hidup yang salah, yaitu: a. anak-anak yang memiliki inferioritas-inferioritas, b. amank-anak yang dimanjakan, c. anak-anak terlantar. Ketiga keadaan ini, menimbulkan konsepsi-konsepsi yang salah tentang dunia dan mengakibatkan suatu gaya hidup yang patologis.
255


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar